Seperti Adanya


Aku...
aku tak ingin ini semua berakhir disini adanya
karena aku bersungut-sungut untuk terus ceria bersama
dan kuharap selalu begitu...

Saya...
bukan aku ingin mengusik rana nyaman yang telah ada
namun inginnya aku bisa berbagi bukan sekedar tawa
namun memahami luka untuk menjadi tangan Tuhan bagi masing-masing jiwa

Aku berbahagia di waktu sejenak kita dapat saling berbagi
aku bersyukur, bahwa masih ada telinga dan ucap yang mendewasakan hati
dan aku memang berharap ada secercah harapan untuk melangkah bersama ke masa nanti
namun puteri....

bukan...
bukan kamu yang harus hilang lalu pergi...
karena semua yang ada itu adalah cukup dan tak ingin aku kurangi...
soal bagaimana kemasa depan kamu sudah tentunya paham...

karena aku menyayangi untuk bertumbuh dan bukan sekedar memiliki
sebab hidup ajarkan aku bagaimana harusnya mengerti bukan hanya memiliki
karena, toh semua pergumulan masih panjang ke awang masa yang akan datang
maka itu kuajak kamu menatap kesana dengan keberanian seadanya...

selebihnya jangan berubah sahabat hati...
jangan kurangi tawa dan kebodohan bersama kita di tiap hari...
karena kamu memang akan sangat berharga bila menemani hingga akhir nanti...
namun aku sangat bersyukur dan bahagia, kalaupun begini adanya...
seperti adanya...

No comments:

Post a Comment

Siapapun jiwa yang berucap, baiknya aku mengenalmu, dan kamu akan lebih pahami aku adanya