Kota Tua 3 - Sunda Kelapa (dari balik Infra Red Kamera)

Sesi 3 : "Akhirnya sampai di ujung Jakarta"

Hari seingat saya waktu itu sudah menunjukan jam 3 sore (kurang lebih lah...ini bukan berkas perkara kepolisian kan?) Saya turun dari mobil dan disambut tiupan angin pinggir laut diaduk sempurna dengan debu pasir pelabuhan. Ditambah dengan bumbu embun air laut. Alhasil bukan berlindung badan malah badan jadi tameng buat 'pacar' bernama kamera. (Kadang memang tukang photo suka berlebihan dalam hal-hal model begini)

di galangan kapal

Ini kali pertama saya menginjakan kaki benar kedalam pelabuhan 'tua' ini. Tak menyangka dulu inilah salah satu ujung laut Jakarta. Pelabuhan strategis dekat pusat kota. Yah, sebenarnya kalau orang niat jalan kaki dari Fatahilah masih sampai tanpa harus ganti betis dengan tales.

Kesan pertama saya dengan pelabuhan ini. TUA. Kapal-kapal besar dihadapan saya, berkesan bukan kapal canggih. Kapal ini mungkin buatan baru (mungkin....) tapi kelihatannya masih sangat tradisional.. Beda jauhlah dengan kapal peti kemas di Priok. Jauh.... bahkan ketika bersandar.mereka masih membentangkan kayu penyebrang ke dermaga.

bersandarnya raksasa tua

Mungkin itu saja kesan tentang Sunda kelapa secara umum. namun tak berhenti sampai disitu kali ini. karena disini saya tak mungkin makan lagi kan seperti di Pusat kota tadi?

Yang jadi perhatian saya adalah orang-orang yang hidup di komunitas ini. Mulai dari pemilik kapal-kapal kecil, yang cuma bisa jadi 'ojek' angkut orang atau barang berkeliling atau menuju kapal yang parkir sedikit keluar dermaga karena tak kebagian tempat. Orang-orang ini harus memanage uangnya dari hasil sepuluh dua puluh ribu per orang penumpang dengan tenaga kayuhny atau dengan bensin beberapa liter, harus bersisa untuk makan seisi rumahnya.

Ojek Dermaga


lain ojek dermaga, lain lagi kuli panggul. banyak orang bekerja sebagai kuli panggul disini. saya rasa kalau diperhitungkan secara variabel (kenapa harus ada perhitungan matematis ya???) mungkin sekali manggul satu gendong dia bisa disetarakan dengan sesuap nasi dan lauk? (atau saya berlebihan?) ntahlah..yang jelas..pekerjaan itu berat...dan belum tentu semua kita mampu bukan???

sesuap sepanggul

Lepas dari para bapak pekerja di dermaga. saya dan beberapa kawan memilih naik salah satu ojek kapal dengan mesin kayuh (intinya bapak ojeknya yang mengayuh). Dari atas kapal di hulu sini saya bisa banyak mendapat moment-moment kapal dengan lebih jelas, dari yang bersandar hingga yang terlihat siap berangkat melaut.

sunda kelapa siap berlayar

Lepas beberapa menit dan beberapa deret kapal seperti photo diatas, ada beberapa anak yang bermain diatas beberapa kapal. Konon kata masyarakat sekitar anak-anak ini adalah anak-anak yang memperoleh sedikit 'uang jajan' bentuk koin dengan cara menyelam mengambil uang-uang koin yang dilempar oleh pengunjung seperti saya. sayang saat itu saya dan teman-teman meninggalkan dompet dan isinya di teman yang tak ikut di dermaga.

Namun, mereka rupanya memang pemain sejati lautan. dari ujung kapal mereka meloncat dengan ke air dengan jarak 3-4 meteran (anda berani???), lalu mereka tidak naik dengan tangga seperti kita di kolam renang, mereka naik dengan tambang. murni tambang jangkar kapal yang labuh..lalu meloncat lagi...


Bungy Jumping

Manusia Tambang


Sadis !! takjub...ini permainan sungguh menantang...dengan air yang tak terlihat dasarnya mereka (walaupun saya rasa mereka sudah punya hafalan untuk daerah jajahan mereka ini) berani benar..tapi ya itulah..andai mereka punya play station..gak mungkin mereka begini kan???

Sisanya...tinggal lelah yang tersisa...dan takjub akan hasil infra red yang yah gak terlalu mengecewakanlah...semoga bisa berbagi dan jadi inspirasi buat teman-teman semua yang ingin mencari inspirasi di kota tua, dari tempat sembahYang hingga ujung jakarta tertua bernama Sunda Kelapa.

oh Ya..ada satu lagi, kata orang dalam setiap photo harus tetap ada yang cantik, ini ada satu photo dengan model seorang teman (terima kasih buat Selma)... Karena backgroundnya ok, dan modelnya juga ok, photonya cukup bisa diterima kan?

harus tetap ada yang cantik

Salam dari dermaga tertua di Jakarta

4 comments:

  1. yah overall, siy ga usah tanya gw yah,,, technically mah ud super Ok. ahahahaha... gw ga sk jg yg berbau teknis.mls.he.

    Foto yg anak lompat : gw gatau ni bnr pa ga tp d desktop laptop gw kyk tempelan. oldignya kali... wlpn gw siy pasti tau itu bkn tempelan, lagian ad foto selanjutny yg menjelaskan...

    Foto bapak2 manggul karung : angle n komposisi udh OK,, coba ekspresinya keliatan...

    Foto bpk2 mendayung : lo panggil deh tuh bapak2, mmm, untung2an siy, kalo nengok ke kanan pas sm komposisinya, dapet angle muka dr samping deh loe dikit... klo nengok ke kiri yah nasib... hahaha...


    Foto yg ada modelnya : beh, mendingan gw modelnya. (komen paling serius drpd yg di atas semua)...

    >>>kidding. haha.


    cheers
    -niken-

    ReplyDelete
  2. cool!!!!
    keren2 gi! emang mangstab bagt d kalo pake ir. warna2 yg ga biasa, kluar smua bikin fotonya makin unik!
    lebih keren lagi kalo lw make filter cpl di lensa lw, pasti lebih dapet lagi awan - awannya yg keren2.cmiiw

    thx only opinii from newbie
    p angga pratama

    ReplyDelete
  3. Bagusbagus fotonya Giii... iriiiii dan jadi pengen moto lagii :)

    -dina

    ReplyDelete
  4. keren
    jadi pengen punya kamera
    hikshiks
    -Aryo-

    ReplyDelete

Siapapun jiwa yang berucap, baiknya aku mengenalmu, dan kamu akan lebih pahami aku adanya