Filosofi Teh Poci


oleh : Agus Sandianto

Kawan, pernahkah kau mencicipi teh poci asli tegal?

bagi yang belum pernah..
Teh ini agak unik, karena penyajiannya merupakan teh yang diberi gula batu...
Bukan di poci tehnya,
Melainkan di gelas tehnya, langsung.

Apa efeknya?
Efek yang paling kentara adalah, teh poci akan terasa pahit & panas pada awalnya,
Karena gula batu di dalam gelas yang belum tercampur ke dalam teh...

Tapi lama-kelamaan, tehnya berubah menjadi manis & segar seiring berjalannya waktu....

Mungkin hal ini sejalan dengan filosofi hidup orang Jawa,
Bersusah-susah dahulu (sepet, pahit & panas)...
Baru, bersenang-senang kemudian (segar & manis)...

Tp kalau kita lihat lagi...
Tiap-tiap unsur teh poci mengandung filosofi hidup tertentu....

Gula batu (manis), bisa melambangkan kesenangan & obsesi dalam hidup...
Teh di dalam poci (pahit & panas), bisa melambangkan kesulitan & cobaan hidup....

Kalau anda ingin manis (seluruh kesenangan), apakah anda langsung bisa makan gula batu???
Niscaya gigi anda akan remuk seketika =)

Gula batu jg perlu di seduh dengan teh yang pahit dan panas kan ? agar bisa dinikmati dengan lebih nikmat & layak

Begitu juga bila anda ingin "kesenangan" hidup...
anda akan lebih menghargai manisnya nikmat yang anda punya (gula) karena anda pernah "diseduh" dengan panas & pahitnya cobaan hidup (teh poci)....

dan anda perlu lihat, teh poci pun tidak bisa langsung di minum saat baru di seduh...
Dia "butuh waktu" untuk siap diminum....

Begitu juga dengan "kebijaksanaan" hidup anda...
Dia perlu waktu untuk terbentuk sempurna...
Dia perlu manisnya & pahitnya kehidupan, ditambah dengan waktu yg tepat untuk membentuk...

Ada sahabat bertanya, berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk meminum "teh poci" saya ?(waktu untuk menumbuhkan kebijaksanaan saya?)

Mungkin jawabnya...
Tergantung seberapa anda bisa "sadar" dengan proses anda, dengan proses anda, dengan keheningan anda...

Karena seperti tulisan di suatu karya sastra lama...
"bukan maksudku berbagi nasib...
Karena Nasib adalah keheningan masing-masing "*


* Aku - Chairil Anwar

1 comment:

Siapapun jiwa yang berucap, baiknya aku mengenalmu, dan kamu akan lebih pahami aku adanya